WHDI Provinsi Banten Miliki Ketua Baru



Sinar Banten - Drh. Ria Isriyanthi, Ph.D Terpilih Secara Aklamasi

Laporan I Nyoman Buana, BSD City, Tangerang Selatan

Minggu, (2/3) bertempat di wantilan Parahyangan Jagat Guru, BSD City, Tangerang Selatan, berlangsung perhelatan istimewa. Berkumpul 21 orang pengurus WHDI Provinsi Banten dan 30 utusan dari 6 WHDI Kota dan Kabupaten se Provinsi Banten. Itulah musyawarah luar biasa (Muslub) WHDI Banten untuk mencari ketua baru.

Acara yang dimulai pukul 2 siang dan dibuka oleh Sekretaris Jenderal WHDI Pusat, Wayan Wikanthi, S.Ag ini juga dihadiri Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Dr. Kadek Sanjana Duaja, S.Ag., M.Hum, Ketua Pengurus Harian PHDI Banten, Drs. A.A. Anom Suartha, Ketua Pengurus Harian PHDI Kota Tangerang Selatan, Dr. I Ketut Arnaya, M.M, dan Ketua Banjar Tangerang Selatan, Dr. Ing. Putu Mahayana Santika.  


Penandatangan Berita Acara Serah Terima Jabatan Ketua WHDI Provinsi Banten dari Dra. Ni Nyoman Yasi (tengah) kepada Drh. Ria Isriyanthi, Ph.D (kanan) disaksikan oleh Ketua Umum WHDI Pusat, Ir. Rataya B. Kentjanawathy (kiri).

Muslub ini diadakan sebagai konsekwensi Ketua WHDI Provinsi Banten periode 2012 – 2017, Dra. Ni Nyoman Yasi mengundurkan diri karena akan pindah ke Bali. Sesuai dengan amanat Pasal 9 Anggaran Rumah Tangga WHDI tentang Pergantian Antar Waktu (PAW), jika ada pengurus WHDI yang meninggal dunia, mengundurkan diri, berhalangan tetap,  terus menerus selama 1 tahun tidak aktif melaksanakan tugasnya,  tidak lagi memenuhi persyaratan pasal 1 ayat (1) Anggaran Rumah Tangga WHDI, dan atau sedang tersangkut dalam satu perkara pidana dan perdata yang mempunyai kekuatan hukum tetap, maka perlu diadakan PAW.

Khusus pengisian atau pergantian antar waktu Ketua Umum WHDI, Sekretaris Jenderal WHDI, Ketua WHDI, ditetapkan dalam Musyawarah Luar Biasa (Muslub) WHDI di tingkat Pusat sampai dengan tingkat Kabupaten/Kota.

Dalam sambutannya, Dra. Ni Nyoman Yasi, menyampaikan permohonan maaf kepada umat Hindu di Provinsi Banten, karena tidak dapat meneruskan perjuangan membesarkan WHDI Provinsi Banten sampai akhir periode kepengurusan tahun 2017. Kepada jajaran WHDI Provinsi Banten diingatkan untuk terus bahu membahu merealisasikan program WHDI yang belum terlaksana, seperti Koperasi WHDI, program kerja Bidang Budaya yang belum maksimal, pendirian PAUD WHDI Provinsi juga pembuatan media komunikasi untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatan WHDI.

Drs. A.A. Anom Suartha berharap walaupun lokomotif WHDI Provinsi Banten akan segera berganti, kerja sama yang baik yang sudah dirintis oleh Dra. Ni Nyoman Yasi hendaknya dapat diteruskan oleh ketua yang baru.

Sementara Dr. Kadek Sanjana Duaja, S.Ag, M.Hum, mendorong agar WHDI Banten setelah sukses melaksanakan pelatihan upakara kanistamaning kanistama dan pelatihan koperasi terus berkarya agar dapat lebih baik dibandingkan dengan WHDI lainnya di Indonesia.
Sekjen WHDI Pusat, Wayan Wikanthi, S.Ag menyatakan bahwa Muslub WHDI Banten merupakan Muslub pertama yang pernah ada dalam sejarah WHDI. Dalam pidatonya yang secara detail mengulas makna logo WHDI dia mengingatkan kepada jajaran WHDI agar dalam bertindak sejalan dengan makna-makna yang terkadung dalam logo WHDI. “Pengurus WHDI harus bisa menjadi inspirator wanita hindu lainnya untuk selalu menimba ilmu pengetahuan sehingga bisa menjadi insan Hindu yang cerdas”, kata Wikanthi. 

Sekretaris Jenderal WHDI Pusat, Wayan Wikanthi, S.Ag menyampaikan pengarahan sebelum secara resmi membuka Muslub WHDI Banten.

Calon Tunggal

Setelah rangkaian upacara pembukaan berlangsung, agenda Muslub dilanjutkan dengan agenda persidangan untuk menetapkan pimpinan sidang dan pemilihan Ketua WHDI Provinsi menggantikan Dra. Ni Nyoman Yasi. Terpilih sebagai pimpinan sidang, Drh. Ria Isriyanthi, Ph.D, Dr. Ir. Ni Ketut Caturwati, M.T dan Ni Made Sri Muliasih, S.H.

Sesuai dengan tata tertib Muslub, calon ketua diajukan oleh Pengurus Provinsi dan oleh Pengurus WHDI Kota dan Kabupaten. Pimpinan sidang kemudian memberikan secarik kertas kepada perwakilan pengurus WHDI provinsi dan pengurus WHDI kota dan kabupaten untuk ditulisi nama calon ketua dan dikembalikan kepada pimpinan sidang dalam amplop tertutup.

Setelah masing-masing amplop dibuka oleh pimpinan sidang, ternyata Pengurus WHDI Provinsi, WHDI Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, mencalonkan Drh. Ria Isriyanthi, Ph.D sebagai calon ketua. Karena cuma ada satu calon dan setelah Ria Isriyanthi menyatakan kesanggupannya sebagai Ketua WHDI periode 2014 – 2017, maka Muslub menetapkan Ria Isriyanthi sebagai Ketua WHDI Banten periode 2014 – 2017.

Drh. Ria Isriyanthi, Ph.D yang sebelum terpilih sebagai ketua adalah Wakil Sekretaris WHDI Provinsi Banten saat ini aktif di Departemen Pertanian di Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan, Gunungsindur, Bogor. Ria merupakan alumni Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya dan menyelesaikan program doktornya di Fakultas Ilmu Farmasi Universitas Tohoku, Sendai, Jepang.

Sore itu juga Ketua WHDI Provinsi Banten yang baru, dilantik oleh Ketua Umum WHDI Pusat, Ir. Rataya B. Kentjanawathy.


Previous
Next Post »

Terimakasih Sudah Meluangkan Waktu Sejenak Untuk Berkunjung ke SINAR BANTEN , Semoga Bisa Bermanfaat Untuk Umat Semua Dimanapun Berada .

www.hindubanten.com ConversionConversion EmoticonEmoticon