Banjar Ciledug Gelar Metatah Masal


Ciledug, Sinar Banten. Com - Suka Duka Hindu Dharma (SDHD) Banjar Ciledug Tangerang propinsi Banten untuk yang kedua kalinya melaksanakan Upacara Manusa Yadnya Metatah Masal atau Potong Gigi Bersama. Yang pertama telah dilaksanakan pada Desember 2011 dan hari ini Selasa 12 Juli 2016 merupakan Metatah Masal yang keduakalinya. Ada peningkatan jumlah peserta dari lima tahun lalu, kini diikuti oleh 58 orang peserta yang keseluruhannya berasal dari intern Banjar Ciledug.

Upacara Metatah atau Potong Gigi adalah upacara Manusa Yadnya yang merupakan bagian dari lima (5)/panca kegiatan Yadnya yang umum dilaksanakan oleh umat Hindu Bali baik yang ada di Bali itu sendiri maupun di luar Bali. Panca (5) Yadnya itu adalah Dewa Yadnya, Pitra Yadnya, Rsi Yadnya, Butha Yadnya dan Manusa Yadnya. Setiap Yadnya ini memiliki tujuan tersendiri, pada Upacara Manusa Yadnya ini adalah Yadnya yang dipersembahkan untuk Manusia.

Menjadi penting untuk dilaksanakan karena Metatah adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh orang tua, bisa disebut hutang orang tua kepada sang anak terutama dalam hal membesarkan dan mempersiapkan untuk menikah atau berumah tangga. Tahapan yadnya dalam membesarkan sang anak dari sejak dalam kandungan, kelahiran, anak-anak hingga dewasa yang telah dilalui dan dilaksanakan, kini tahapan penting harus dilalui sang anak yaitu menanjak dewasa, Menek Kelih (bhs Bali). Perubahan dari masa kanak-kanak ke remaja atau dewasa inilah perlu dilaksanakan upacara Manusa Yadnya Potong Gigi.

Upacara Metatah atau Potong Gigi bertujuan untuk menekan dan mengendalikan hawa nafsu manusia saat ia menanjak dewasa, seperti Kama; keinginan, Kroda; kemarahan, Lobha; keserakahan, Moha; kebingungan, Matsarya; rasa iri hati dan Mada; kemabukan. Enam (6) hal yang bersifat negatiflah yang harus dikendalikan oleh manusia, keenam sifat diatas  sering disebut Sad Ripu yaitu Sad; enam (6) dan Ripu ; Musuh/sifat negatif. Simbolisasinya pada manusia (peserta Metatah) adalah   dengan memapar enam buah gigi, yaitu empat (4) gigi Seri dan dua (2) gigi Taring pada Rahang bagian atas.


Upacara Manusa Yadnya Metatah Masal SDHD Banjar Ciledug pada hari ini dipimpin oleh Ida Pedanda Nabe Gede Putra Sidemen. Beliau adalah Manggala Upacara dan Upakara yang kita sucikan bersama, yang senantiasa membimbing umat dalam mempersiapkan dan melaksanakan Upacara Panca Yadnya. Beliau pula yang membimbing dan menentukan tiga Sangging atau Pinandita yang bertugas untuk memapar gigi-gigi peserta yaitu ; Mangku Gede I Gusti Made Ambara, Mangku I Gusti Gede Budiarsa dan Mangku Anak Agung Alit Nurahman. Demikian juga dalam menentukan Pinandita yang bertugas dalam prosesi Ngerajah yaitu Mangku Gede I Wayan Ardana, Mangku Gede Ida Bagus Alit Arcana dan Mangku Gede I Gusti Made Ambara.

Semua prosesi Upacara Metatah Masal dilaksanakan di area Pura Dharma Sidhi dan Wantilan yang diawali dengan Magumi Padangan yaitu Nunas Tirtha penglukatan pada Bhatara Brahma dilaksanakan di dapur, kemudian Mabyakala dan Prayascita di pekarangan, selanjutnya semua peserta duduk dengan khusuk untuk Matur Piuning ke Bhatara Kawitan dengan persembahyangan ke sanggar pemujaan Rong Tiga.  Setelah persembahyangan diteruskan dengan prosesi Ngerajah dengan Bunga Teratai Putih oleh Manggala Upacara dan Mangku Gede yang telah ditunjuk. Rasa haru dan penuh kasih antara anak dan orangtua terlihat dalam prosesi Sungkeman. Sebelum prosesi utama yaitu melaksanakan Potong Gigi di Bale Pesangihan para peserta Nunas Tirtha Penyangihan ring Bale Gading. Setelah semua peserta melaksanakan Metatah diadakan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh Ida Pedanda Nabe Gede Putra Sidemen dengan prosesi Ngemargiyang Prayascita dan Durmanggala, dilanjutkan dengan Mejaya-jaya. Pada akhir upacara dilaksanakan prosesi Mapedamel dan Parama Santi.


Berlangsungnya kegiatan Upacara Manusa Yadnya Metatah ini berkat kerjasama yang solid diantara umat SDHD Banjar Ciledug yang di ketuai oleh Ida Bagus Made Ariadi, para muda-mudi STHD yang diketuai Yoko, tempek-tempek (bagian kecil dari banjar/RT) dilingkungan banjar Ciledug dan panitia pelaksana yang dikomandani oleh I Nengah Arsa. Para Serati Banten (pembuat sarana persembahan) yang dipimpin oleh Ni Made Switri selalu bekerja sama penuh koordinasi dengan Bidang Upakara dan Upacara, Anak Agung Oka Mantara.

Kebersamaan umat Hindu di Propinsi Banten semakin terlihat dengan hadirnya Pinandita dan Pengurus Banjar se-propinsi Banten. Para pinandita terlibat langsung dalam muput tahap demi tahap prosesi Metatah Masal. Hadir pula ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Propinsi Banten Anak Agung Anom Suartha, dengan jajaran lembaga-lembaga parisada dan PHDI Kota Tangerang I Ketut Sudana. (sekretaris)




Previous
Next Post »

Terimakasih Sudah Meluangkan Waktu Sejenak Untuk Berkunjung ke SINAR BANTEN , Semoga Bisa Bermanfaat Untuk Umat Semua Dimanapun Berada .

www.hindubanten.com ConversionConversion EmoticonEmoticon