Panitia One Night in Bali


Om Swastiastu,

Rahajeng siang ,perkenankan kami atas nama Panitia One Night in Bali :

1. Ucapah syukur kami kehadapan Ida Hyang Widhi.

2. Menghaturkan terima kasih dan penghargaan yg setinggi tingginya atas support, dukungan dan partisipasi yg luar biasa dari tokoh tokoh Hindu Nasional kita, Bapak Ketut Untung Yoga, Bapak Gina Samudra, Bapak Kadek Sarjana dan seluruh komponen Lembaga PHDI, Banjar, Pemuda dan umat Hindu Sejabodetabek shg acara astungkare dapat berjalan dg baik dan lancar.

3. Ucapan terima kasih kami kpd seluruh pengisi acara ONIB2 Drama Klasik Banyuning, Bondres Dwi Mekar, Celekontong Mas, Cedil dkk, Anggis N Team, Wyn Balawan, Sekhe Gong Ibu2 , Penari, Joged Bumbung, Mbak Dian dan Susan MC, AA Raka Sidan,dll.

4. Ucapan terima kasih kpd Management dan Team Hotel Allium dibawah koordinasi GM Bpk.Hendra Kurniawan.

5. Permintaan maaf kami tentunya masih banyak kekurangan dalam menyambut kehadiran bpk/ibu, shg kami ada ruang utk perbaikan di event berikutnya.

6. Terakhir kami selalu mohon dukungan dana utk terwujudnya cita cita mulia kami /kita utk memiliki Pintu Masuk berupa Candi Bentar di Pura Kertajaya Tangerang yg akan kami mulai di Juli 2017.

Salam Hormat,
IMade Sulandra

Ketua Panitia ONIB-2.

Foto-foto Dokumentasi On Night in Bali
Bapak untung yoga
Ketua parisada provinsi Banten
Sambutan walikota Tangerang yg di wakili oleh ASDA1 bapak kos jarkasi
Panitia bersama para tokoh nasional

Previous
Next Post »

1 komentar:

Click here for komentar
Unknown
admin
27 April 2017 09.21 ×

Om Suastyastu, Sukses untuk Panitia dalam pengendalian Dharma Dana melalui One Night in Bali I & II tgl 23 April 2017 dan peran serta semua umat Hindu se Prov Banten bahkan umat se nusantara juga ikut berpartisipasi secara moril dan materiil bahkan Fanancial dan tenaga untuk pembanguan Pura Kertajaya Kota Tangerang. kegiatan ini tidak terlepas dari pengamalan/penginplementasikan bhakti dan srada sesuai kutipan kitab suci Weda yang sifatnya abadi/sengat relepan sesuai perkembangan zaman
sebagai ucapan syukur pada Sanghyang Widhi Wasa kami ucapkan terima kasih semua pendukung terutama kerja keras Panitia Om Santi,Santi,Santi

Yajur Weda XXXI.7.
Tentang para Rsi yang menerima wahyu Tuhan Yang Maha Esa dan menyampaikan secara lisan melalui tradisi kuno, yakni sistem perguruan yang disebut parampara, seorang pengamat Weda dan penyusun kitab Nirukta, menyatakan:
“Saksat krta dharmana rsayo bubhuvuste saksat krtadharmabhaya upadesena mantran sampraduh.”
Artinya :
(Para Rsi adalah orang-orang yang mampu merealisasikan dan mengerti dharma dengan sempurna. Beliau mengajarkan hal tersebut kepada mereka yang mencari kesempurnaan yakni yang belum melaksanakan hal itu).
Nirukta I.19.
“Rsayo mantradrastarah Rsirdarsanat stoman dadarsety aupamanyavah yadenan tapasyamanan brahmasvayambhu abhyanarsat tad Rsinam Rsitvamiti vijnayate”
Artinya :
(Para rsi adalah mereka yang memperoleh mantra. Kata rsi berarti drasta. Acarya Upamanyu menyatakan: mereka yang karena ketekunan melakukan tapa memperoleh dan merealisasikan mantra Weda disebut Rsi)
Nirukta II.11
Dari uraian tersebut, maka jelaslah bahwa para Maha Rsi adalah mereka yang menerima wahyu Tuhan Yang Maha Esa karena kesucian pribadi, hati, dan pikiran mereka yang dapat merekaam sabda suci-Nya. Kata Maha Rsi berasal dari urat kata drs yang artinya melihat atau memandang, dalam pengertian yang lebih luas berarti memperoleh atau menerima. Oleh karena itu seorang Rsi disebut dengan mantradrastra (mantra drestah iti Resih). Ada beberapa cara seorang Rsi memperoleh wahyu, yaitu melalui:
1) Svaranada, yakni gema yang diterima para Rsi dan gema tersebut berubah menjadi sabda atau wahyu dan disampaikan kepada para siswa kerohanian didalam asrama (pasraman)
2) Upanisad, pikiran para Rsi dimasuki oleh sabda Brahman sehingga yang diterima oleh para siswa dari guru adalah sabda Brahman. Guru menyampaikan ajaran-Nya itu dalam suasana pendidikan dalam garis perguruan parampara yang disebut Upanisad, yakni duduk dibawah dekat guru untuk menerima ajaran suci-Nya.
3) Darsana, yakni manusia berhadapan dengan dewa-dewa seperti ketika Arjuna berhadapa dengan Hyang Siva atau Indra dalam suatu pandangan memakai mata batin (mata rohani).
4) Avatara, yakni manusia berhadapan dengan AvataraNya seperti halnya Arjuna menerima wejangan suci Bhagavadgita dan Sri Krisna, sang Purna Avatara.
Demikianlah Weda adalah wahyu Tuhan Yang Maha Esa yang diterima oleh para Rsi dan merupakan sember ajaran agama Hindu yang bersifat kekal abadi (Anadi dan Ananta).

Congrats bro Unknown you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar

Terimakasih Sudah Meluangkan Waktu Sejenak Untuk Berkunjung ke SINAR BANTEN , Semoga Bisa Bermanfaat Untuk Umat Semua Dimanapun Berada .

www.hindubanten.com ConversionConversion EmoticonEmoticon