Mengapa Kita Menaruh Sandal Saat Memasuki Tempat Suci ?


Mengapa Kita Menaruh Sandal Saat Memasuki Tempat Suci ?

Melepaskan alas kaki ketika masuk ke tempat suci adalah untuk mengingatkan kita secara simbolik bahwa kita sedang berpindah dari tempat duniawi ke tempat yang suci. Memindahkan pikiran kita dari keadaan liar menuju kepada yang terpusatkan. Kedepannya kita berharap dapat menyimpan dan mematikan HP.

Mengapa Kita Memakai Upakara Dengan Aneka Bentuk Simbol Pada Tempat Suci ?

Semua simbol itu memiliki makna tersendiri, mengenai bentuk dan makna simbol kita pelajari lebih lanjut. Namun inti dari upakara dan simbol-simbol itu kita pergunakan dan kita tempatkan di banyak tempat atau pelinggih, pelajaran utamanya adalah kita mendapatkan kemampuan untuk melihat bahwa Beliau, Tuhan dimana-manapun ada. Sehingga kita saat memasuki area tempat suci, kita sudah mampu untuk berkonsenterasi dan memusatkan pikiran kepada Tuhan.

Bagaimana Kita Membuktikan Bahwa Kita Memiliki Pikiran Alam Bawah Sadar ?

Dengan mudah kita dapat membuktikannya. Seperti kita ketahui bahwa Pikiran kita di bagi 2, Pikiran rasional (pikiran sadar) dan Pikiran Irasional atau sering disebut (alam bawah sadar). Kita bisa berkomunikasi dengan alam bawah sadar seseorang, sahabat kita atau Bapak-ibu. Bagaimana membuktikannya ? Cobalah kita berkata buah mangga asam atau kecut enak buat rujak. Saat itu pula tubuh kita bereaksi, tepatnya alam bawah sadar meresponnya dengan menstimulus otak sehingga menimbulkan air liur dari dan kita menelan ludah.
Atas dasar itulah, kita senantiasa diharapkan untuk berkata-kata yang baik, mendengarkan Dharma Wacana atau mendengarkan hal-hal yang baik.


Bagaimana Merubah Rasa Ragu-Ragu Menjadi Keikhlasan Saat Berdana Punia ?

Walau sudah banyak kita baca Sloka Bhagawad Gita, Sarasamuccaya dll tentang Dana punia dan keikhlasan, namun kita masih punya rasa ragu dalam melaksanakannya. Ragu akan penggunaan dana yang kita puniakan, Apakah dana kita akan dipakai yang benar ?, jangan-jangan disalahgunakan. Mungkin ada berbagai pertanyaan yang membuat rasa ragu-ragu dalam berdana punia.

Untuk menghilangkan rasa ragu, marilah kita sadari bahwa Dana merupakan latihan dasar dalam spiritual. Jika di dalam diri kita tidak pernah tumbuh sebuah niat untuk melakukan sedekah/dana, jenis spiritual apapun yang dijalankan tidak akan pernah sempurna. Dana tidak ubahnya seperti akar pada sebuah pohon. Tanpa akar, pohon tidak akan pernah berkembang. Tanpa memiliki niat melakukan dana, pohon spiritual yang kita bangun tidak akan pernah berkembang.
Previous
Next Post »

Terimakasih Sudah Meluangkan Waktu Sejenak Untuk Berkunjung ke SINAR BANTEN , Semoga Bisa Bermanfaat Untuk Umat Semua Dimanapun Berada .

www.hindubanten.com ConversionConversion EmoticonEmoticon