Agama untuk Hidup atau Hidup untuk Agama?

Agama untuk Hidup atau Hidup untuk Agama?
Oleh : I Ketut Siarta
 

Pertanyaan ini terinspirasi dari kejadian-kejadian yang pernah terjadi di masyarakat Indonesia beberapa tahun belakangan seperti ada aksi bela agama dan aksi bunuh diri atas nama agama. Bagaimana dengan ajaran agama Hindu? Negara Republik Indonesia dalam upaya mewujudkan visi dan misi bangsanya berpedoman pada falsafah Pancasila. Susunan kelima sila dari Pancasila penulis pahami sebagai rangkaian sebab-akibat, dimana sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa) adalah sebagai sebab dari keempat sila lainnya. Mewujud nyatakan nilai spirit Ketuhanan Yang Maha Esa (sila pertama) menjadi "Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab” (sila kedua), implementasinya sepenuhnya menjadi otoritas agama-agama yang diakui oleh negara Republik Indonesia.
 

Kitab Suci
 

Setiap agama mempunyai "kitab suci” yang diklaim sebagai Wahyu Tuhan yang pengasih dan penyayang. Kata "suci” yang disandangkan pada kata "kitab” menurut pemahaman penulis mengandung makna "tidak tercela” atau "bebas dari cela”. Jadi kitab suci adalah kebenaran wahyu yang dibukukan yang sifatnya bebas dari cela.
Bagi yang memahami, meyakini, dan mengamalkan ajaran kebenaran kitab suci, semestinya pikiran, perkataan, dan perbuatannya bebas dari cela yang mewujud dalam laku kasih kepada seluruh ciptaan-Nya, teguh pada jalan dharma, satya, prema, ahimsa, dan santih.
 

Apa itu agama?
 

Agama adalah tuntunan kehidupan yang mengangkat seseorang yang buas menjadi manusia, manusia menjadi Tuhan. Hilangkan agama dari masyarakat manusia, maka yang tersisa adalah hutan penuh orang buas (Swami Vivekananda).

Kenapa agama berbeda-beda?
 

Sifat alamiah semua ciptaan-Nya adalah terbatas. Ruang dan waktu adalah sebagai pembatasnya yang menyebabkan timbulnya keadaan yang selalu berubah. Dari perubahan muncul perbedaan-perbedaan, perbedaan juga yang membentuk sifat atau karakter manusia berbeda-beda.
Cara atau tuntunan kehidupan yang mengangkat seseorang yang buas menjadi manusia, manusia menjadi Tuhan (agama) tumbuh dan berkembang sesuai kondisi ruang dan waktu dan karakter manusianya. Mungkin hal itu yang menyebabkan agama berbeda-beda.
 

Manajemen Proses
 

Suatu proses bisa berjalan dengan lancar dan memberi hasil baik apabila terpenuhinya unsur 5M: Man (sumber daya manusia), Method (cara atau tuntunan), Machine (alat), Material (bahan baku), Money (biaya).
 

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut diatas: kitab suci, definisi agama, agama yang berbeda-beda dan manajemen proses, semua memposisikan manusia sebagai subjek, bukan objek. Berdasarkan hal tersebut penulis berkesimpulan bahwa agama adalah untuk hidup, bukan hidup untuk agama. Hindu juga selalu menekankan kepada pemeluknya untuk selalu menegakkan Dharma, bukan membela Dharma. Menegakkan Dharma artinya mewujudkan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari untuk kebahagiaan bersama (loka samgraha).
Semoga kebenaran datang dari segala penjuru.

2 Februari 2019
I Ketut Siarta
0818753211
Previous
Next Post »

Terimakasih Sudah Meluangkan Waktu Sejenak Untuk Berkunjung ke SINAR BANTEN , Semoga Bisa Bermanfaat Untuk Umat Semua Dimanapun Berada .

www.hindubanten.com ConversionConversion EmoticonEmoticon