Hari Kartini, WHDI Membuat Lomba Membuat Banten Pejati


Dalam Rangka perayaan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2019, perkumpulan wanita Hindu yang dikenal Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) provinsi Banten mengadakan acara lomba membuat Banten Pejati.  Terdengar cukup unik, karena wanita Hindu memperlombakan membuat banten yang merupakan sarana yang sehari-hari mereka persembahkan.  Namun dalam pelaksanaan lomba ini para pesertanya adalah wanita Hindu yang berlatar belakang bukan Hindu sejak kecil dan dari Bali, tetapi para  ibu-ibu yang berasal dari Jawa dan atau yang menganut Hindu setelah menikah.

"Pesertanya dari Persija, Persatuan Istri-istri Jawa " Tegas NI Made Switri. SE M. Si, Ketua Bidang Keagamaan WHDI Prov Banten

 Tak kurang 90 peserta mengikuti lomba membuat Pejati ini yang berasal dari 8 wilayah WHDI Kota dn Kab Se ProV Banten. Adapun tujuan yang ingin dicapai.

  1. Meningkatkan Srada Bakti kepada Hyang Widi wasa bagi  Ibu-ibu pemula khususnya yang dulunya bukan kelahiran Bali
  2. WHDI Provinsi Banten  bekerja sama dengan Sarathi banten  memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk tetap melestarikan ajeg Hindu dalam pembuatan banten berdasarkan Kayika Wacika dn Manacika yang baik konsep Trikaya Parisudha
Pada kesempatan ini tidak hanya membuat Pejati secara fisik namun setelah Lomba Ketua Bidang Keagamaan memaparkan makna banten Pejati  secara rinci agar konsep Jnana dan makna banten dimengerti semua peserta
Demi memenuhi rasa keadialn lomba, Panitia mengundang Juri Independen dari Sarathi Provinsi  Banten dari seluruh Banjar.


Hasil Lomba Membuat Banten Pejati
  1. WHDI Cilegon
  2. WHDI Ciledug
  3. WHDI Kab Tangerang

Dengan pelaksanaan lomba membuat banten bertepatan pula dengan hari Kartini, kita memaknai momen Kartini di era milenium  ini, bukan saja sebagai wanita karier, sebagai IbU Rumah Tangga, Juga wajib mengerti hal Bebantenan. Bagaimanapun Banten Pejati digunakan setiap ada Upacara Dewa Yadnya, sehingga keberadaan kita sebagai wanita bisa berguna baik bagi keluarga maupun masyarakat dan negara.

Sesuai dengan cita-cita Ibu Kita Kartini "Habis Gelap Terbitlah Terang" demikian juga dengan kegiatan membuat banten ini sebagai bentuk motivasi mengingatkan kembali, banten memiliki makna enten, entenin hati, mengingatkan hati kita sebagai umat Hindu.

Swaha
NI Made Switri. SE M. Si

Foto Dokumentasi



Previous
Next Post »

Terimakasih Sudah Meluangkan Waktu Sejenak Untuk Berkunjung ke SINAR BANTEN , Semoga Bisa Bermanfaat Untuk Umat Semua Dimanapun Berada .

www.hindubanten.com ConversionConversion EmoticonEmoticon